Minggu, 31 Januari 2010

cuma berbagi aja..hehehe...

Hmmm..mulai dari mana yaa..bingung neh…

Tadi malam entah kenapa aku berniat untuk menuliskan notes itu…itu karena merenung selama beberapa menit di bus berinisial 9B Jurusan Kp. Rambutan- Bekasi Barat-Via Tol Cikunir ( Inisial tapi lengkap bgt yaa..hihi) ^_^…. Hari kemarin cukup melelahkan buatku meskipun sebenarnya sangat menyenangkan. Ke kampus-kantin-kober-angkot
134 biru-margocity-pizzahut-breadtalk-centro-giant-nyebrang jembatan -_-‘-detos-toko sepatu-toilet-angkot 19 merah-Bus 9 B-

Pagi hari….criiiiiiingggg…

Merasakan cuaca pagi yang begitu mendukung untuk bangun lagi tidur lagi..akupun memelilih untuk bangun saja..karena alarm hebat a.k.a suara mama.. dasyat banget mengganggu tidurku.. aku mandi dan bergegas ke kampuss.. kupanggil Bapak Ojek dekat rumah dengan semangat ’45..namun HUJAN DERAS TURUN DENGAN Riang gembira…oooooh yaa amppun… mungkin hujan gak suka dengan orang yang terlalu bersemangat memanggil ojek -__-‘. Aku pun lari kerumah dan Bapak tadi kembali ke pangkalannya, mungkin untuk mengambil mantel..tapi ujung2nya aku tidak jadi memakai jasa Bapak itu..satu pelajaran yang mungkin bisa kuambil “ mungkin belum rezekinya aku menikmati jasa ojek Bapak itu, dan Bapak itu juga lum beruntung mengantarkan penumpang sepertiku..sabaar yaaa Pak ” zzZzZ…

Akhirnya aku jadi ngampus gak?? Jadi dongg... Puji Tuhan , Dia mengirimkan Bang Iman mengantarku dengan mobil Papa ke Pom Bensin tempat mangkalnya Bus 9 B-ku yang terdjinta (red.tercinta). huuaaa…senanggg…tapi sempat kecewa kali ini aku dapat Bus yang rada2 dah lama atapnya pada bocor, jendelanya pada rusak…dan yang ternyata penumpang pertama mobil itu adalah Devy ( Devy NOT Devi) Surya Napitupulu…hahaha… ngenes banget deh tuh Bus…” De, duduknya jangan dibangku 3, nanti kalo hujan kamu kena basah” ujar seorang Pak Kondektur yang sangat memperhatikanku..oww coo weet deh..^_^’. Aku pun mengikuti perkataan Bapak itu. Karena Bus itu hanya berisi kami bertiga, aku mencoba untuk terlibat pembicaraan mereka…hmm ~_^ tampaknya masalah mereka serius.. masalah keuangan.. mereka menggunakan bahasa Sunda dan mungkin ini sedikit cerita mereka kalo ku artikan “ Gak taulah mang..anak saya yang pertama mau sekolah tau ini, bingung cari dananya gimana..berapa sih penghasilan supir..mobil pun sering rusak” ujarnya. “ Sama ajalah saya juga gak tau neh, kmren istri bilang bahan2 warung mahal2..modalnya kurang”…
Saat itu aku hanya bisa mendengar curahatan hati mereka tanpa bisa memberi respon…

Kumainkan Hp-ku…ternyata ada sms masuk dari temanku..
“ dah dimana lo?” kuperhatikan jam ternyata sudah Jam 09.00, Padahal kami janjian dikampus jam 10.00..berdoa sama Tuhan biar gak macet jalanan agar sampai ontime..ada musisi jalanan bernyanyi sebuah lagu yang kalo gak salah liriknya begini “ Buka hatimu, bukalah sedikit untukku sehingga diriku bisa memilikimu” owww…hmm nyampe di tol barat ternyata doaku gak sesuai harapan…malah macet total..akhirnya aku sampai kampus telatt sekitar setengah jam…hwaa..untungnya teman2ku baik..dateng2 langsung ditawarin cireng ASSSIIKK..pelajaran yang gue dapet “ Kadang emang jawaban doa kita gak sesuai dengan harapan, tapi Tuhan memberikan yang Dia anggap perlu untuk kita..dan buktinya disaat aku terjebak macet, aku boleh mendengar rintihan hati seorang pengamen yang mengajarkan betapa keras hidup ini, bahkan dengan suara yang seadaanya memaksanya untuk terus bernyanyi meski banyak orang yang tidak menghiraukan kehadirannya,, macet melatihku untuk bersabar, dan yang lebih asik karena tadi gak ontime temenku jadi beliin aku cireng dehhh..hihi ^_^..waw…dari hal kecil aja Tuhan mengajarkanku banyak hal dalam beberapa jam itu..

hmm….banyak kejadian yang sebenarnya bisa kuceritakan…tapi kurasa terlalu panjang nanti…
hmm. Jam 18.00 aku pulang dari Detos, kemudian naik angkot 19 merah again..duduk di depan sambil menyantap breadtalk yang udah penyek…tetap nikmat kog..hehe..mobil berjalan lancar namun tiba2 mobil itu berhenti di sebuah warung kecil membeli Rokok Marlboro merah.. sang pemilik warung memberikan rokok itu. Lalu di bayar Rp 11.000. “ Harganya Rp 11.500,- Pak” ujarnya.. “ Hah, mahal banget..bawa Rokokmu itu. Sialan Kau!!” ujar Pak supir sambil membawa mobil itu melaju kencang. “ Tukang Tipu dia itu dek, di sana aja Rp 10.500.- masih ada…” ujar Bapak itu kepadaku. Aku hanya bisa tersenyum mendengar curcol (Curhat colongan) bapak itu.. sepanjang perjalanan kudengar Bapak itu terus batuk dan buang ingus..kasihan aku melihatnya..tapi satu yang bikin aku heran “ Udah batuk keras begitu tapi kenapa rokoknya gak berhenti dulu sih?” (emosi jiwa saya jadinya).
Ditengah kemacetan Dia kembali batuk. “ Oh ampun batuk ini, dah bingung lagi cari kerja apa yang bagus sekarang ini, setiap hari macet, setoran kurang, pendidikan pun rendah dek” dan lagi2 aku Cuma bisa tersenyum dan bilang sama Bapak itu “ Sabar ya Pak” tak berani kupanjangkan kata-kataku..takut slah ngomong…yang kudapat dari angkot dan supir ini “ harus positif thingking...knpa Warung yang tadi bikin tuh rokok mahal banget, mungkin aja dari pusatnya emang mahal mau gak mau harus dinaikin juga tuh harga rokok, trus kalo dah sakit jangan ditambahin dengan sikit lagi, trus kalo kamu punya kesempatan untuk boleh sekolah dan mendapatkan kesempatan meikmati pendidikan gunain sebaik mungkin, karena menyesal dihari tua gak ada artinya, dan hari itu aku langsung ingat mungkin itulah juga yang dirasakan dari tiap-tiap orangtua kita..betapa mereka harus berjuang buat anak-anaknya..meskipun sedang sakit, rasannya lebih sakit jika melihat anak mereka merengek meminta makan ato meminta sekolah…Oh. God rasanya seperti ditampar.. aku masih sering tidak memanfaatkan fasilitas yang dah dikasih orangtuaku, sering menghamburkan uang buat hal yang sebenarnya gak terlalu penting, sering mengeluh kalo pelajarannya susah, suka males kuliah, kalo disuruh “ iyaaa..entaaar dulu lagi asik neh”,, aduh bandel banget sih aku ini ternyata… Terimakasih Tuhan untuk pelajaran ini…

Akhirnya, aku turun dan sampai pada mobil 9B again, dan kali ini baru terjadi hari itu. Aku naik mobil dengan supir, kondektur yang sama...dan ternyata Pak Supir masih inget aku.. ^_^ saat aku naik Bapak Supir itu tersenyum padaku, aku pun membalas senyumannya itu .. Satu pelajaran lagi “ Tersenyumlah untuk semua orang yang kau temui, karena mungkin orang teresebut akan juga merasakan sukacita lewat senyumanmu itu”
Aku duduk, and seorang pengamen pun masuk..Dia membawakan sebuah lagu yang tadi pagi kudengar “ Buka hatimu…..”. sejenak aku berpikir.. “ apa aku disuruh buka hati yaa, dari tadi perasaan lagu ini mulu, ah mungkin aja ini hanya karena lagu itu lagi hitz” pikirku.. akhirnya Dia ganti laguu..cihuuuyyyy…Dan kembali aku dipaksa mendengar sebuah lagu yang baru saja kucari liriknya si google ini..
Malam ini hujan turun lagi
Bersama kenangan yang ungkit luka di hati
Luka yang harusnya dapat terobati
Yang ku harap tiada pernah terjadi
Ku ingat saat Ayah pergi, dan kami mulai kelaparan
Hal yang biasa buat aku, hidup di jalanan
Disaat ku belum mengerti, arti sebuah perceraian
Yang hancurkan semua hal indah, yang dulu pernah aku miliki
Wajar bila saat ini, ku iri pada kalian
Yang hidup bahagia berkat suasana indah dalam rumah
Hal yang selalu aku bandingkan dengan hidupku yang kelam
Tiada harga diri agar hidupku terus bertahan
Mungkin sejenak dapat aku lupakan
Dengan minuman keras yang saat ini ku genggam
Atau menggoreskan kaca di lenganku
Apapun kan ku lakukan, ku ingin lupakan
Namun bila ku mulai sadar, dari sisa mabuk semalam
Perihnya luka ini semakin dalam ku rasakan
Disaat ku telah mengerti, betapa indah dicintai
Hal yang tak pernah ku dapatkan, sejak aku hidup di jalanan
Oh My God..
Makin Gilaa aku hari ini… gak Bapak Ojek, Bus Yang Hancur, Supir Angkot, Musisi Jalanan semua memberikan pelajaran buatku. Emang benar.. Ilmu/pelajaran gak hanya didapet dari bangku sekolah yang nyaman, tapi ditempat-tempat yang gak terpikirkan olehku juga bisa dapet pelajaran yang berharga..

Akhirnya aku Semakin menyimpan perasaan bersalah pada Tuhan dan Orangtuaku..
Setelah dengar lagu ini aku makin bersyukur Tuhan, bisa punya keluarga yang lengkap, Cinta sama Tuhan, aku bisa kuliah, bisa makan tanpa harus susah payah, punya persekutuan yang sangat membangunku, punya sahabat yang sayang sama aku, punya kakak-abang pembimbing yang selalu mengingatkanku,,punya ade2 remaja yang bersemanagt nan lucu hehe.. ternyata aku adalah orang yang beruntung…dan aku rasa kita semua yang masih bisa lihat tulisan ini gak kalah beruntungnya denganku..kita semua sama-sama diberi anugrah hidup yang luar biasa…Teruslah mengucap syukur apapun keadaanmu, karena setiap hal yang terjadi buatmu adalah proses pendewasaan buatmu, dan pastinya itu semua terjadi atas Kehendak Tuhan dan percayalah semua itu Indah..

Salam hangat..

Dhesund

1 komentar: