Rabu, 17 November 2010

Bijaksana Dan Bodoh.. Pilih yang mana yaa?? ^^

liburrrrrr.... :)

Yeaaaaaaaaaaaah...

Seneng bangeeet gue.. Walau sehari tapi syukur banget deh..

Kalo liat animo (jailah bahasa gue) anak" kampus yang ngekost, mereka berbondong" pulang ke rumah asal supaya bisa ketemu Papa, Mama, Abang, Kakak, dan Adiknya.. Gak jarang yang mau ketemu pacarnya ^^ aseek..aseek....

Yaa diantara berbondong mahasiswa itu, adalah aku si Devy Surya Napitupulu.. Manusia penyuka libur dan bisa bangun siang.. Haha... Semangat banget klo mau pulang.. Tapi memang itu adalah wujud kekangenanku dengan keluarga dan kamarku..huhu..

Sampai akhirnya ketika perjalananan kemanapun yang judulnya meninggalkan rumah, aku ga bisa bener" lupain rumah..

"kemana dan sejauh apapun aku pergi, aku berharap bisa kembali ke rumah.." itu yang slalu terpatri di pikiran dan hatiku..



Aku yakin setiap orang pasti akan lebih nyaman tinggal di rumah sendiri ketimbang di tempat lain yang notabene nya lebih indah dr rumah kitaa..



Inget lagu rumah kita kan

"hanya bilik bambu tempat rumah kita tanpa hiasan tanpa lukisan, beratap jerami tumbuh dihalaman namun semua milik kita, namun semua itu punya kita sendiri.. "



Yaaa.. Tempat dimana aku belajar banyak hal, kasih sayang orangtua dan 2 saudaraku, tempat berbagi, tempat merasakan suatu kehangatan, tempat dimana aku diajari matematika sampai bisa, tempat aku bisa merenung, tempat akU merasakan anugrah Tuhan yang luar biasa :)



hmmm.. ngomong" soal rumah aku jadi inget perikop dr matius 7:24-27.. Tentang dua macam dasar...



Disana dijelaskan bagaimana seorang bijak dan orang bodoh mendirikan rumahnya.. Apakah di atas batu atau justru di atas pasir..

yaa.. Orang bijak itu mendirikan rumahnya di atas batu.. Suatu pilihan yang benar.. Ia memikirkan segala sesuatunyaa dengan baik,, "yaa biar rumahku gak kena banjir, biar ga roboh dan gak roboh jadinya dasar pondasinya harus kuat.." pikirnyaa begitu..



Kalo orang bodoh itu mendirikan rumahnya di atas pasir.. Pilihan yang ga matang sama sekali.. " yaa biar rumahnya gampang dibangun, kalo pake batu susah mahal lagi.. "



hmm.. Apa sih maksudnyaaa..

Kalo yang aku pelajari dr perikop ini.. intinya adalah dasar hidup...

Apakah kamu telah memiliki dasar hidup yang benar atau enggak.. Kuat atau enggak..

Ketika akhirnya seseorang memilih "mendirikan rumah di atas batu" ia akan kuat.. Ia akan terhindar dari banjir dan badai sekuat apapun, tetapi ketika seseorang memilih "mendirikan rumah diatas pasir", sudah pasti ia akan roboh krna ternyata ia tidak kuat menghadapi badai...



Indah banget analogi yang dipakai Tuhan dalam nats ini..

Batu dan pasir ibarat iman kitaa terhadapNya.. Apakah kuat atau justru rapuh.. Apakah bertumbuh atau justru mati..

Dan banjir, badai, rubuh ibarat air mata, masalah dan kematian..



Banyak mungkin orangg termasuk aku memiliki dasar seperti orang bodoh itu.. Kadang iman kita goyah saat masalah itu datang, merasa menjadi manusia yang paling sial sedunia, merasa ga pernah bahagia, terus menerus sakit dan patah hati, kehilangan harapan, dan paling menyedihkan adalah ketika merasa kita ditinggalkan Allah..



"setiap orang yang mendengarkan perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang dgn orang bodoh, yang mendirikan rumah diatas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya"



huah.. Dibilang bodoh sama Tuhan.. gak enak banget kan.. Jangan sampe kata" itu yang Tuhan kasih ke kita..yaaa.. Kehancuran dan kematian menunggu kita temen-temen ketika kita memilih untuk memilih membuat rumah di atas pasir..



tapi coba deh ketika kita punya iman yang selalu kuat, masalah apapun pasti akan bisa dihadapi.. Inget bukan krna kekuatan kitaa lohh.. Tapi pertolongan Allah..



" setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya diatas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu"



waaaah... Bijaksana... Itu sifat terbaik yang seharusnya dimiliki setiap orang,,kalo denger kata bijaksana gak jauh" dr pemimpin.. Atau ga pernah belajar pancasila kan " kebijaksanaan dalam permusyawaratan " hihiihihi...

Nahhh..Paling enggak kita bisa jadi pemimpin buat diri kita sendiri.. Bijaksana dalam memilih, bijaksana dalam tingkah laku, bijaksana dalam perkataan dan pemikiran..





liiat bedaa banget kan gimana seseorang yang bodoh dan bijaksana.. Nahhh sekarang tentukan deh pilihanmu..

Mau pake dasar yang mana batu atau pasir??

Aku yakin kita sepakat untuk memilih batu kan... Karena dasar yang kuat menentukan kualitas bangunannya toh,, soo.. Dalam hal apapun pilihlah dasar yang benar, baik dalam keluarga kita, kuliah, sekolah, pekerjaan, pelayanan dan setiap aspek kehidupan kittaa..



Yukkk sama-sama belajar menjadi orang bijaksanaNya Tuhan.. Yang mau mendengar perkataan Tuhan " siapa memiliki telinga, hendaklah ia mendengar "... Sering dalam alkitab kita baca itu..



Percaya deh ketika kita benar-benar memilih dasar iman yang kuat di dalam Tuhan, sesungguhnya masalah itu gak akan membuat kitaa roboh, justru semakin kuat..

Sering kan denger kata" ini.. Setiap ada masalah besar dalam hidupmu, katakan " hey masalah besar, aku punyaaa Allah yang lebih besar dari kau tau... hehe",,,,,

seperti layangan aja deh... Kalo angin ga kencang mana mau dia terbang jauh dan tinggi.. Sama, dengan kita.. Kapasitas kita pun akan semakin besar ketika kita "diuji" dengan "badai" yang besar itu..



..Semangattt semuaaaanya yaaa,,,

sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telingaNya kepada permohonan mereka yang minta tolong, tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat ......

Finally, be strong in the Lord, in His mighty power (ephesians 6:10)



God bless us... ^_^



dhesund^^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar